Begadang Asal Gratis

Posted: September 2, 2010 in feature

Malam hari di lorong Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, terlihat beberapa mahasiswa duduk tanpa beralaskan tikar dan fokus menatap layar laptop masing-masing. Malam itu, Rabu(25/3) tepatnya pukul 22:30 ada 20 mahasiswa sedang berselancar di dunia maya. Ada yang mengunduh bahan-bahan perkuliahan, ada juga yang asyik ngobrol/chat dengan teman atau kenalannya. Iqbal, mahasiswa Teknik Elektronika BP 2008, salah satunya. Nge-net di FIS menjadi kebiasaannya mengisi waktu luangnya di malam hari.

Tiga kali dalam seminggu sudah dijadwalkannya untuk nge-net bersama teman-temannya di tempat itu.
Nge-net menurutnya tidak hanya sebatas hiburan, unduh lagu, obrolan, facebook, tetapi ia lebih memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari bahan-bahan materi kuliah dan mengerjakan tugas yang diberikan dosen. “Ada beberapa mata kuliah yang dikerjakan dan dikirim melalui post-el dan blog,” terang Iqbal sambil kedua tangannya yang lincah mengutak-atik huruf-huruf yang ada di papan ketik laptopnya.
Sengaja baginya jalan kaki bersama teman-teman satu kos dari Jl. Polonia, Air Tawar Timut, ke FIS hanya untuk nge-net. Menurut mahasiswa asal Pasaman ini, banyak keuntungan yang diperoleh ketika nge-net di FIS kalau dibandingkan ke warung internet. “Selain gratis, akses jaringan pun jauh lebih cepat dibandingkan di warnet,” tambahnya. Tak jauh dari tempatnya duduk berselonjor, Fauzan, mahasiswa Teknik Elektronika BP 2005 juga sedang asyik berselancar di dunia maya. Meskipun ia tidak nge-net sampai larut malam, namun itu juga sudah menjadi jadwal baginya dalam mengisi waktu luang di malam hari. Lorong FIS menjadi tempat pilihan bagi Iqbal dan mahasiswa lainnya untuk nge-net. Iqbal mengatakan hanya di FIS lah yang jaringannya jauh lebih baik dan agak cepat dalam sistem loadingnya dibandingkan di kawasan kampus yang lain. “Jaringan di kampus saya (FT, red) hanya dibuka pada siang harinya, sedangkan untuk malam harinya saya tak bisa akses,” akunya.

Dari aktivitas yang telah biasa dilakukannya sejak dua bulan terakhir ini, Iqbal mengaku nge-net jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya berdiam diri tanpa kegiatan di rumah. Di tambah lagi mahasiswa yang dituntut untuk mengetahui perkembangan informasi di samping ilmu pengetahuan yang didapatkan dalam perkuliahan. “Sudah semestinya pihak universitas menyediakan lebih banyak lagi tempat untuk layanan jaringan internet gratis bagi mahasiswa dalam upaya menuju smart campus,” harapnya dengan tetap fokus melihat pada monitor laptopnya, Rabu (25/3).

Nge-net malam hari tidak hanya berlaku bagi mahasiswa, mahasiswi pun turut ikut dalam memanfaatkan layanan internet gratis. Dian (Jurusan Biologi 2007), Desi (Jurusan Geografi 2008), dan Nani (Jurusan Teknik Elektro 2007), juga sengaja datang ke lorong FIS untuk mencari bahan untuk mengerjakan tugas perkuliahan mereka. Dengan alasan terang dan ramai, sehingga mereka lebih memilih lorong FIS sebagai tempat untuk nge-net. “Kalau di belakang rektorat kami tidak berani karena terlalu gelap dan sunyi,” ujar Dian sambil sesekali menepis tangannya dari gigitan nyamuk.

Jaringan yang dimanfaatkan mahasiswa untuk nge-net di FIS ini bukan disediakan FIS, melainkan berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Menurut salah seorang tim teknologi informasi UNP, yang juga selaku pengelola internet FIP, Nur Effendi, A.Md, memang sengaja diberikan akses internet gratis untuk mahasiswa. “Selain untuk mempermudah mahasiswa dalam mengerjakan tugas, itu juga mendorong dalam pencapaian program smart campus”, ujarnya di ruang tata usaha FIP, Jum’at (27/3).

Menurut salah seorang panitia dalam pendaftaran on-line mahasiswa yang berasal dari Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Ridho Bayu Yefterson, S.Pd, FIS juga telah menyediakan jaringan internet gratis satu setengah tahun lalu yang bisa di manfaatkan oleh mahasiswa baik pada siang atau malam hari. Ada dua titik untuk jaringan wireless di FIS, titik pertama di lantai tiga Dekanat dengan menggunakan hotspot dekanat, untuk titik kedua dipasang di sekitar lokal D yang memakai hotspot FIS. “Namun memang ada sebagian mahasiswa yang nge-net di lorong FIS yang mendapatkan akses internet yang berasal dari FIP, karena itu berdekatan,” ujarnya.

Melihat semakin banyaknya mahasiswa yang nge-net pada malam hari di lorong FIS, maka pihak fakultas pun telah memasang bola lampu untuk penerangan. “Lorong FIS yang biasanya gelap sekarang sudah disediakan lampu untuk penerangan bagi mahasiswa yang nge-net di malam hari, semua itu sudah merupakan sarana sebagai salah satu upaya dalam menuju smart campus,” tambahnya mengakhiri wawancaa, Sabtu (3/4). (SKK Ganto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s